Recent post
Tampilkan postingan dengan label LKS. Tampilkan semua postingan
Tugas Evolusi
soal
- Jelaskan teori evolusi menurut lamarck darwin & weismann
- Sebutkan lima contoh hewan yang tidak berevolusi (gunakan gambar yang relevan)
- Sebutkan lima contoh fosil manusia dengan keterangan nama fosil, tempat ditemukan, kapasitas otak dan kebudayaanya
- Buatlah tiga perbedaan teori evolusi darwin dengan harun yahya dalam hal jenis fosil, pola evolusi, dan dukungan ahli
Jawaban
- Teori J.B Lamarck
Berbeda
halnya dengan Spencer, Lamarck memunculkan istilah evolusi yang berkaitan
dengan bidang kajian biologi yakni evolusi makhluk hidup. J.B Lamarck
mengungkapkan bahwa, makhluk hidup merupakan tingkat-tingkat perkembangan
kehidupan, sedang manusia berada di puncak perkembangan tersebut. Yang artinya
bahwa tidak akan muncul lagi makhluk hidup yang lebih tinggi tingkat ke
sempurnaannya di masa yang akan datang. Proses perkembangan tersebut menurut
Lamarck dipengaruhi oleh kebiasaan. Kebiasaan tersebut akan menyebabkan
perubahan struktur tubuh (anatomi) dan diwariskan kepada keturunannya. Sebagai
akibat pengaruh kebiasaan tersebut, Lamarck menyimpulkan bahwa organ-organ yang
digunakan akan berkembang sedangkan organ yang tidak digunakan akan mengalami
kemunduran (use and disuse).
Lamarck
memberikan contoh fenomena jerapah sebagai pendukung teorinya. Menurut Lamarck,
jerapah pada mulanya berleher pendek. Karena sering digunakan untuk menggapai
pucuk dedaunan yang semakin tinggi, maka leher jerapah menjadi panjang. Mengapa
jerapah harus menggapai pucuk dedaunan yang tinggi? Lamarck menjelaskan bahwa
pucuk di bagian bawah telah habis dimakan, sehingga untuk mempertahankan hidup
maka jerapah harus menjangkau pucuk dedaunan yang tinggi.
Dari
contoh tersebut jelas bahwa faktor lingkungan yakni pucuk dedaunan yang makin
tinggi untuk dijangkau, telah meme ngaruhi jerapah untuk menjulurkan lehernya.
Akhirnya terjadi perubah an struktur anatomi leher jerapah menjadi semakin
panjang dan sifat ini diwariskan kepada keturunannya.
Gambar 7.1 Perkembangan leher jerapah dari waktu ke waktu akan
berkembang sedangkan organ yang tidak digunakan akan mengalami kemunduran (use
and disuse).
- Teori Darwin
Charles
Darwin adalah tokoh yang sangat terkenal dalam kaitannya dengan evolusi. Darwin
banyak mengemukakan gagasan-gagasannya tentang evolusi. Karena pemikirannya
tersebut, Darwin dikenal sebagai Bapak Evolusi.
Pokok-pokok
pemikiran yang melandasi ajaran Darwin mengenai evolusi antara lain:
- Tidak ada individu yang identik, selalu ada variasi meskipun dalam satu keturunan
- Setiap populasi cenderung bertambah banyak karena setiap makhluk hidup mampu berkembang biak.
- Untuk berkembangbiak diperlukan makanan dan ruang yang cukup.
- Pertambahan populasi tidak berlangsung secara terus menerus, tetapi dipengaruhi oleh berbagai macam faktor pembatas antara lain makanan dan predasi.
Darwin membantah
teori Lamarck yang mengungkapkan bahwa perkembangan makhluk hidup menuju ke
arah kesempurnaan, dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan diwariskan kepada
keturunannya.
Dalam bukunya Th
e Origin of Spesies by means of Natural Selection, Darwin menyatakan dua hal
penting sebagai Teori Evolusi yaitu:
a) Spesies-spesies yang hidup sekarang
berasal dari spesies nenek moyangnya yang hidup di masa lalu.
b) Perkembangan spesies dipengaruhi oleh
seleksi alam dan variasi antar populasi.
Fenomena jerapah
dengan leher panjang dijelaskan oleh Darwin dengan melihat dari sudut pandang
adanya variasi. Menurut Darwin, jerapah pada mulanya ada yang berleher panjang
dan ada yang berleher pendek. Jerapah yang berleher pendek tidak mampu bertahan
hidup karena kalah dalam berkompetisi dengan jerapah berleher panjang untuk
memperoleh makanan berupa dedaunan pada pohon yang tinggi.
Akibatnya
populasi jerapah berleher pendek menjadi punah dan tinggal populasi jerapah
berleher panjang yang mampu bertahan hidup di lingkungannya (Hukum survival of
the fi ttest). Supaya kalian lebih memahami konsep evolusi Darwin, cermatilah
bagan alir berikut ini.
Dari pendapat
para ahli di atas, munculah Teori Evolusi yang terbaru yakni yang dikenal
sebagai Teori Sintetik. Teori ini merupakan gabungan dari teori Lamarck,
Darwin, dan hukum pewarisan Mendel yang isinya mengungkapkan bahwa evolusi
terjadi karena perubahan frekuensi gen dari suatu generasi ke generasi
berikutnya. Ahli lain bernama De Vries melengkapi teori ini dengan menyatakan
bahwa evolusi terjadi karena perubahan frekuensi gen akibat mutasi.
- Teori August Weissman
August
weisman merupakan ilmuwan yang memiliki hipotesis bertentangan dengan hipotesis
J.B Lamarck. Lamarck berpendapat bahwa evolusi disebabkan karena pewarisan
genetis yang diperoleh dari lingkungannya. August weisman dengan percobaannya
yaitu dengan memotong ekor tikus jantan dan betina dewasa kemudian kedua tikus
tersebut dikawinkan dan ternyata keturunannya adalah anak tikus yang memiliki
ekor yang utuh. Berdasarkan percobaan sederhana tersebut menunjukkan bahwa
tikus yang ekornya dipotong di laboratorium tidak mewariskan pengalaman tanpa
ekornya itu kepada keturunannya.
Weismann
mendukung kuat teori evolusi oleh seleksi alam, seperti yang dikemukakan oleh
Charles Darwin dan Alfred Wallace. Namun, Weismann merasa perlu untuk tidak
setuju pada bagian di mana teori Darwin telah menerima pandangan Lamarck
pewarisan karakter yang diperoleh. Weismann sangat tidak setuju dengan konsep
ini. Dia menunjukkan ketidakmungkinan mengusulkan sebuah mekanisme di mana
perubahan-perubahan dalam organ dan jaringan eksternal binatang, yang
disebabkan oleh lingkungan, akan disampaikan ke generasi berikutnya.
Weismann
tidak menentang teori evolusi Darwin, justru menjelaskan teori evolusi Darwin.
Menurt Weismann, perubahan sel-sel tubuh akibat pengaruh lingkungan tidak
diwariskan pada keturunannya (Izzudin:2004).
Weismann
berpendapat bahwa evolusi menyangkut masalah bagaimana pewarisan gen-gen
melalui sel-sel kelamin. Dengan kata lain evolusi adalah gejala seleksi alam
terhadap faktor-faktor genetika. Sifat leher panjang atu pendek pada jerapah
dikendalikan oleh gen. Gen untuk sifat leher panjang bersifat dominan, jerapah
yang berleher pendek adalah turunan yang bersifat homozigot resesif, karena
jerapah yang berleher pendek tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya maka
akan punah. Berarti yang tersingkir adalah sifat-sifat resesif. Karena jerapah
yang berleher pendek adalah homozigot resesif dan selalu tersingkir/ punah.
2.
- Ikan hiu
Ikan hiu berumur 400.000.000 tahun
memiliki struktur tubuh yang sama persis dengan yang hidup di zaman sekarang
- Semut
Semut yang berumur 100.000.000 tahun
lalu memiliki struktur tubuh yang sama dengan yang hidup sekarang
- Capung
capung
berumur 135.000 tahun lalu memiliki struktur tubuh yang sama dengan yang hidup
sekarang
- Penyu
penyu yang berumur 100.000.000 tahun lalu memiliki struktur yang sama dengan yang hidup sekarang
- Kelelawar
Kelelawar yang hidup
150.000.000 tahun lalu memiliki struktur yang sama dengan yang hidup sekarang
3. Lima contoh fosil manusia :
- Megantropus Paleojavanicus
·
Tempat ditemukan: tahun
1936 di daerah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah
·
Kapasitas Otak:
750-1350 cc
·
Kebudayaan: Kapak
genggam Sumatera (pebble Culture), Alat-alat tulang dan tanduk (Bone Culture), Alat-alat
serpih (flakes), dan Kapak pendek (Hache courte)
- Pithecanthropus erectus
- Tempat ditemukan: di Trinil pada tahun 1891
- Kapasitas Otak: 750 – 1350 cc
- Kebudayaan : Kapak perimbas,Kapak penetak,Kapak gengam,Pahat gengam,Alat serpih,Alat-alat tulang
- Homo wajakensis
- Tempat ditemukan: tahun 1889 di Desa Wajak, Tulungagung
- Kapasitas Otak: 1300 cc
- Kebudayaan : kebudayaan pancitan, kebudayaan ngandung
- Homo Soloensis
- Tempat ditemukan: antara tahun 1931-1934 disekitar sungai bengawan solo
- Kapasitas Otak: 1000 – 1300 cc
- Kebudayaan : Kapak gengam / Kapak perimbas,Alat serpih, Alat-alat tulang,Alat-alat zaman dahulu
5) Homo
Floresiensis
- Tempat ditemukan: saat penggalian di Liang Bua, Flores oleh tim arkeologi gabungan dari Puslitbang Arkeologi Nasional, Indonesia dan University of New England, Australia pada tahun 2003
- Kapasitas Otak: 417cc
- Kebudayaan : Alat-alat Tulang
4.)
1. Darwin menjelaskan bahwa evolusi makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya.
2. Darwin pula menyimpulkan bahwa manusia modern berevolusi dari sejenis makhluk hidup mirip kera, yang dijelaskan berawal dari speciesPilopithecus yang berevolusi hingga menjadi Homo Sapiens.
3. Darwin menyimpulkan bahwa manusia dan kera berhubungan sebagai suatu keturunan yang sama dari satu spesies.
B. Harun Yahya
1. Harun Yahya menjelaskan bahwa setiap makhluk hidup telah didesain sedemikian rupa oleh Sang Desainer, yaitu Sang Pencipta. Setiap jenis makhluk yang telah diciptakan tidak bisa berubah, tidak berkerabat satu sama lain, dan diturunkan dari leluhur yang sama.
2. Manusia hanya berasal dari satu keturunan yaitu Adam dan Hawa. Bukan berasal dari kera. Dan makhluk-makhluk mirip kera lainnya. Hal ini ditunjukkan melalui perbedaan struktur tulang dan otot dari berbagai temuan yang dijelaskan Harun Yahya. Meskipun teorinya bersifat kreasionis.
3. Harun Yahya memandang bahwa Darwinisme sebagai terorisme. Hal ini terlihat dari beberapa tulisannya yang berusaha mematahkan teori-teori Darwin melalui fakta-fakta penciptaan yang ditulis dalam bukunya. Teori Darwin menurutnya memberikan pemikiran materialistis terhadap alam semesta. Juga berusaha
memberikan suatu pandangan bahwa alam ini tidak hanya bersifat materiil tetapi juga memiliki sisi spiritual yang harus diilhami oleh setiap umat beragama.
LEMBAR
KEGIATAN SISWA
Simak
Video di Atas dan Isilah LKS yang ada di bawah ini untuk laporan kelompokmu
upload ke Blog masing-masing kelompok. Ini adalah tugas kelompok yang harus
dikerjakan paling lambat tanggal 15 Oktober 2015. Video di atas dapat dilihat
di Youtube dengan URL: https://youtu.be/Rw1e0QSKInI
Nama : 1. Akbar
aliya yudisthira 4.
Karel Fahrurrozi
2. Bella
Pratiwi 5.
M.Yefri Prayoga
3. Dwinta Pratiwi 6.
Nurul Izzah
7. Putri Yulinar
Kelas : XII MIA 1
1. Judul
Percobaan : Enzim Katalase
2. Tujuan
Percobaan : Mengetahui Faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase
3. Alat
dan Bahan :
a. Alat :
1. Rak
tabung reaksi
2. Tabung
Reaksi
3. Lampu
spirtus
4. Pipet
b. Bahan :
1. H2O2
2. Hati
ayam
3. Lidi
4. Cara
Kerja :
1. Masukan
potongan hati ayam yang telah dipotong kecil kedalam tabung reaksi pertama.
2. Siapkan
pada tabung reaksi ke 2 lain H2O2 sebanyak 2 ml, lalu masukan kedalam tabung
reaksi pertama.
3. Amati
perubahan reaksi dengan melihat kecepatan reaksi (jumlah gelembung) dan
perubahan nyala api (dengan memasukan bara api kedalam tabung reaksi pertama.
4. Catat
data hasil pengamatan kedalam tabel pengamatan.
5. Lakukan
cara yang sama pada langkah 1 untuk hati ayam pada suhu rendah.
6. Lakukan
cara yang sama pada langkah 1 untuk hati ayam pada suhu tinggi
7. Lakukan
cara yang sama pada langkah 1 untuk 2 buah hati ayam
8. Lakukan
cara yang sama pada langkah 1 untuk hati ayam pada pH rendah (H Cl).
9. Lakukan
cara yang sama pada langkah 1 untuk hati ayam pada pH tinggi (NaOH).
10.Lakukan
langkah 2, 3 dan 4 dengan cara yang sama untuk langkah 5, 6, 7, 8, dan 9
5. Tabel
Pengamatan :
NO
|
Pembeda
|
Perubahan
gelembung gas
|
Perubahan
nyala api
|
1
|
H2O2
+ hati + aquades
|
-
|
+ (ada bara api)
|
2
|
Hati
+ H2O2 + suhu rendah
|
-
|
-
|
3
|
Hati
+ H2O2 + baking powder
|
+ (terdapat gelembung gas)
|
-
|
4
|
H2O2 + hati + suhu 37
|
+++ (terdapat banyak gelembung gas)
|
-
|
5
|
H2O2
+ hati + suhu 40
|
-
|
-
|
6
|
H2O2
|
-
|
+ (ada bara api)
|
7
|
H2O2
|
-
|
-
|
8
|
H2O2
|
-
|
-
|
9
|
H2O2
|
-
|
-
|
10
|
H2O2
|
-
|
-
|
6. Pertanyaan :
1. Pada
tabung mana terbentuk gelembung gas yang paling banyak? Mengapa demikian
2. Apakah
yang berperan sebagai enzim pada percobaan ini?
3. Tuliskan
kerja enzim katalase pada percobaan ini?
4. Tuliskan
faktor apa sajakah yang mempengaruhi kerja enzim?
5. Apa
yang dapat kamu jelaskan tentang kandungan enzim katalase pada daun singkong?
7. Jawaban
Pertanyaan:
1) Tabung
yang terbentuk gelembung gas paling banyak terdapat di tabung nomor 4. Karena, pada
saat hati ayam diberikan H2O2 dan terbentuklah gelembung
gas yang banyak, hal ini dapat terjadi karena kandungan enzim katalase yang
terdapat di dalam hati ayam dapat mengubah H2O2 menjadi H2O
(air).
2) Pada
percobaan tersebut, yang berperan sebagai enzim adalah daun singkong dan hati
ayam
3) Pada
percobaan tersebut, enzim katalase bekerja dengan mengubah H2O2
menjadi H2O dan O2. Hal itu dapat ditunjukkan
dengan dihasilkannya bara api dan gelembung gas pada percobaan
4) Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim :
a)
Konsentrasi
enzim
Jika
konsentrasi enzim tinggi, penyatuan antara substrat dan enzim akan meningkat.
Artinya, kecepatan reaksi kimia meningkat.
b)
Konsentrasi
substrat
Kecepatan
reaksi akan meningkat sejalan dengan meningkatnya konsentrasi substrat hingga
jenuh.
c)
Temperatur
(suhu)
Enzim
akan bekerja pada temperatur tertentu. Kecepatan reaksi meningkat dengan
meningkatnya temperatur, hingga mencapai temperatur optimum. Temperatur yang
tinggi akan mengakibatkan denaturasi enzim, sedangkan temperatur yang rendah
akan menyebabkan enzim tidak aktif. Dibutuhkan suhu yang netral / normal agar
enzim dapat bekerja optimal.
d)
pH
kebanyakan
enzim hanya bekerja pada rentang pH yang spesifik. Pada pH optimum, kecepatan
enzim mengkatalis akan maksimum.
e)
Aktivator
dan inhibitor
Aktivator
adalah zat yang meningkatkan pengikatan enzim dengan substrat. Contohnya, ion
klorida pada kerja amilase. Inhibitor adalah zat yang bersifat menghambat enzim
dalam pengikatannya dengan substrat. Contohnya, sianida yang bekerja pada kerja
sitokrom. Inhibitor terdiri atas dua macam :
·
Inhibitor kompetitif
Pada
penghambatan ini, zat-zat penghambat mempunyai struktur yang mirip dengan
struktur substrat. Dengan demikian, baik substrat maupun zat penghambat
berkompetisi atau bersaing untuk bersatu dengan sisi aktif enzim. Jika zat
penghambat lebih dulu berikatan dengan sisi aktif enzim, substratnya tidak
dapat lagi berikatan dengan sisi aktif enzim
·
Inhibitor nonkompetitif
Pada
penghambatan ini, substrat sudah tidak dapat berikatan dengan kompleks enzim
inhibitor karena sisi aktif enzim berubah\
5). Pada daun singkong
terdapat kandungan enzim katalase namun kerjanya belum optimum yaitu
ditunjukkan pada hasil percobaan bara api yang dihasilkan sedikit.
8. Kesimpulan
Pada percobaan yang
telah dilakukan, enzim katalase berperan dalam penguraian racun dari H2O2
menjadi H2O dan O2 dan kerjanya dipengaruhi beberapa
faktor. faktor yang berperan dalam kerja enzim katalase pada percobaan ialah pH
dan suhu. enzim katalase akan bekerja optimum jika suhu dan pH netral/normal
karena apabila pH dan suhu terlalu rendah maka enzim tidak aktif sedangkan jika
pH dan suhu terlalu tinggi dapat menyebabkan denaturasi.
PERCOBAAN
INGENHOUZ
LEMBAR KEGIATAN SISWA
Perhatikan
Video di Atas dan Tulislah hasil pengamatanmu pada LKS di bawah ini, laporan
diupload di blog kelompok masing-masing paling lambat tanggal 15 Oktober 2015
Diambil
dari Youtube dengan URL Video: https://youtu.be/E5pCDxbxCsA
Nama
Siswa : 1. Akbar Aliya
Yudhsitira 5.
M.Yefri Prayoga
2. Bella Pratiwi Putri 6.
Nurul Izzah Asral
3. Dwinta Pratiwi 7.
Putri Yulinar
4.
Karel Fahrurrozi
Kelas :
XII MIA 1
Judul :
Percobaan Fotosintesis Ingenhouz
Tujuan :
Mengetahui zat yang dibutuhkan dan dihasilkan pada proses fotosintesis
Alat
dan Bahan : Alat Bahan
1. Gelas Kimia 1000 ml 1.
Air
2. Corong kaca 2.
Hydrilla verticilata
3. Kawat pengait 3.
NaHCO3
4. Ember
5. Tabung reaksi
6. Pinset
7. Pisau
8. Tally Counter
Cara
kerja :
1. Siapkan
alat dan bahan yang akan dipakai dalam percobaan Ingenhouz.
2. Masukan
Hydrilla kedalam mulut corong kaca bagian dalam sampai penuh.
3. Siapkan
air dalam ember, kemudian peralatan percobaan dirangkai dalam ember, mulai dari
memasukan tabung reaksi kedalam corong kaca, dimasukan dalam gelas kimia dan
kawat pengait diposisikan agar corong dan tabung reaksi stabil. Rangkai alat
seperti gambar berikut:
4. Masukan
serbuk NaHCO3 kedalam gelas kimia yang digunakan
5. Taruh
perangkat di tempat terang (intensitas cahaya tinggi)
6. Amati
perubahan yang terjadi dan masukan data kedalam tabel pengamatan
Tabel
Pengamatan :
No.
|
Waktu
|
Produksi
gelembung udara
|
|
Terkena
sinar langsung
|
Tidak
terkena sinar langsung
|
||
1.
|
5
menit ke 1
|
+ (ada sedikit gelembung)
|
-
(belum ada gelembung)
|
2.
|
5
menit ke 2
|
++ (gelembung mulai bertambah)
|
-
(masih belum ada
gelembung)
|
3.
|
5
menit ke 3
|
+++ (gelembung mulai bertambah banyak)
|
-
(gelembung belum tampak
juga)
|
4.
|
5
menit ke 4
|
++++ (semakin banyak gelembung yang dihasilkan)
|
-
(tidak menghasilkan
gelembung)
|
Pertanyaan:
- Tuliskan reaksi kimia proses fotosintesis?
- Jelaskan zat yang diperlukan pada proses fotosintesis?
- Jelaskan zat yang dihasilkan pada proses fotosintesis?
- Apa fungsi penambahan NaHCO3 pada percobaan ini?
- Pada percobaan ini zat apa yang dihasilkan pada proses fotosintesis?
- Apa perbedaan hasil oksigen yang dihasilkan pada cahaya terang (terkena cahaya langsung) dengan tempat gelap (tidak terkena cahaya)
Jawaban
pertanyaan:
- Reaksi kimia proses fotosintesis
6CO2 +
6H2O (+Energi Cahaya) -> C6H12O6
+ 6O2
- Zat yang diperlukan saat proses fotosintesis:
> Reaksi Terang : Memerlukan molekul H2O
(air) dan cahaya matahari
> Reaksi Gelap :
Memerlukan karbondioksida
- Unsur atau zat yang dihasilkan dari proses fotosintesis diantaranya : Zat makanan C6H12O6 (gluosa/ amilum/tepung) dan O2 (oksigen). Untuk zat makanan yang dihasilkan proses fotosintesis biasa disimpan oleh tumbuhan dalam tubuh berupa cadangan makanan, sedangkan untuk oksigen akan dibebaskan oleh tumbuhan ke udara.
- Fungsi larutan NaHCO3 disini sebagai katalis dalam reaksi fotosintesis. Gelas kimia yang diberi larutan NaHCO3 jumlah CO2 terlarutnya menjadi tinggi, di samping itu gelas kimia tersebut juga diletakkan di tempat yang terang (banyak energi untuk berfotosintesis). Oleh karena itu proses fotosintesisnya menjadi sangat cepat, karena disamping bahan baku tersedia banyak, energi untuk mengolahnya menjadi sejumlah produk juga melimpah, sehingga proses produksi (reaksi) yang berjalan dalam waktu 20 menit mendapatkan hasil yang banyak (gas O2 pada dasar tabung reaksi).
- Zat yang dihasilkan pada proses fotosintesis ialah O2 (oksigen)
- Perbedaannya ialah: Pada tempat terang oksigen yang dihasilkan lebih banyak dan semakin bertambah dari waktu ke waktu, sedangkan pada tempat gelap tidak menghasilkan oksigen sama sekali.
Kesimpulan :
Berdasarkan dari hasil
percobaan, suhu dan cahaya dapat mempengaruhi hasil fotosintesis. Pada tempat
yang terkena cahaya matahari secara langsung, gelembung yang dihasilkan banyak.
Sedangkan pada tempat yang teduh, gelembung yang dihasilkan sedikit. Hal ini
membuktikan bahwa kadar O2 yang dihasilkan pada tempat yang terkena
cahaya matahari langsung lebih banyak daripada di tempat yang teduh. Dalam
percobaan ini dapat dibuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan O2 dan
intensitas cahaya dapat mempengaruhi proses fotosintesis tanaman.
Navigation













